Kamis, 29 Desember 2011

#HelloUAS

Bisa dibilang desember adalah bulan yang paling parah. Parah abis. Dan abis parah. Saya merasa lelah dengan perjalanan bulan ini.

Di awal-awal bulan kayaknya susah buat nafas enak. Belum lega buat menghirup hawa positif dan aura inovatif, eh sudah dibuat nyesek dengan sejumput kerjaan sejigong hiu biru.

Di minggu pertama, dihujani dengan perselisihan nasib dan penentuan. UAS. Sampai-sampai saya menciptakan trending topic yang tidak terlalu ngetren di kalangan sendiri, #helloUAS.

nguteki blog. #helloUAS
Desember 2nd 2011
Topik ini tercipta sesaat sebelum UAS yang mengancam peradaban di seluruh muka saya menerjang. Mungkin benar, saat itu saya sedang bingung. Sebenarnya yang akan saya kerjakan ini apa. Belajar sudah merasa bisa dan sudah. Tapi tetap merasa ada yang kurang. Daripada stres mencari-cari jawaban yang tidak lah penting untuk dijawab, saya coba untuk blogging. Oh, ini adalah ide brilian yang menghancurkan.

ada kata SM*SH di dalam SM*SHter. Ada kata ASAL di dalam gASAL. #helloUAS
Desember 4th 2011
Mungkin saya adalah SM*SHblast yang kurang kreatif atau malah terlalu kreatif. Hingga tidak sadar saya mencipatakan atau memadupadankan semester dengan SM*SH. Tapi cobalah kita ambil dampak positifnya. Dengan mengingat-ingat gaya joget SM*SH, mungkin pada saat UAS saya bisa sedikit merelaksasi tubuh saya atau memodifikasi gaya gerak tubuh dalam menebali lingkaran-lingkaran LJK. Dan berhasil. Tapi asal-asalan yang penting tebal. :=

#helloUAS vs #helloPACAR. :~
Desember 6th 2011
Di lain sisi, saya mencoba mengingatkan rekan-rekan untuk sejenak meninggalkan rutinitas atau hal-hal yang berkaitan dengan 'pacar'. Ya memang saya ingin mereka sadar bahwa minggu-minggu ini adalah minggu penentu bukan minggu memadu. Tapi kembali lagi, mereka bebas buat ngelakuin apa aja, toh ini hidup mereka. Yang tidak diperbolehkan adalah membawa pacar saat mengerjakan soal.
Bingung ngerjain soal fisika pake rumus apa, eh putus asa dan lebih memilih mikirin pacar -> rapor fisika 6.

terkadang apa yang kita nanti-nantikan malah berlalu begitu cepat. #helloUAS
Desember 9th 2011
Sempat berpikir, kenapa hari-hari sebelum semesteran terasa beban dan penuh tanggungan? Eh pas UAS sudah selesei malah kepikiran, kenapa cepet banget? Ya mungkin mereka ngerjain soal dengan tidak berpikir, tidak membaca soal tapi bisa dapet jawaban. Ini bodoh.

Apakah ke depan akan lebih baik atau memang tidak terlalu menghiraukan. Dan biarlah walau tidak menjadi tren, saya hanya ingin mengingatkan dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinnan terburuk.

Minggu, 25 Desember 2011

0:00

Howaaah. Ini memang pengalaman yang langkah. Karena saya terlibat dalam organisasi resmi sekolah, sampai-sampai saya bekerja tidak pada waktu dan seenaknya. Sekedar informasi saja, ini yang dinamakan dengan sekolah sambil bekerja. Anggap saja paruh waktu. Tapi bedanya tidak digaji, hanya mengabdi.

"Oh.."

Tugas yang saya dapat malam itu adalah mengawasi kegiatan diklat PASKAMADA (Pasukan Pengibar Bendera SMADA).

Sebenarnya tidak ada satupun dari atasan saya yang menyuruh saya, tapi mau bagaimana lagi, saya menemani atasan saya yang menginap gratis di ruang OSIS bersama rekan-rekan dari teater Anak Angin.

Acara dimulai sore hari di hari sabtu dan akan berakhir di minggu siang. Pasti melelahkan. Tapi syukurlah bukan saya yang didiklat.

Sore hari sebelum malam harinya, saya coba menggoreng makanan khas Jepang (mungkin) yang disebut Mantau. Ini adalah kue sejenis bakpao terlezat di seluruh rak-rak makanan ringan dalam lemari karatan saya yang kosong.

Tentu saja makanan enak itu tidak direncanakan untuk dimakan bersama, tapi saya berikan ke peserta diklat PASKAMADA. Nampak pengertian bukan? (Bukan.)

Sangking semangatnya buat nemenin dan seterusnya. Tidak terasa perut sudah keroncongan, dan kebetulan sekali dari anak-anak teater yang ikut serta dalam rangka menginap gratis ini membelikan kami makanan. Bisa dibilang ongkos menginap semalam lah.

Mungkin cukup kalau memang dianggap cukup, mungkin kurang kalau dibandingkan dengan makanan dari acara sunatan. Tapi tak apalah. Dua porsi nasi campur untuk sembilan orang (Verdy, Dimas, Oni, Pupus, Bolang, Tyas, saya, Dedew, Hariyadi). Jangan dibayangkan seberapa besarnya porsi makan malam kita ini.

Ditemani lagu-lagu Mocca yang melelapkan lalapan, kita berbanyak orang menemani adik-adik yang sedang dalam segmen gombal Paskamada dari jauh. Karena kelelahan, kita pun menyandarkan diri di atas sebuah lapangan apel sekolah. Bermandikan bintang-bintang super kaya dan gerojokan angin malam yang menerobos paksa pori-pori dan lapisan epitel kulit kami.

Yang kurang pada saat itu hanyalah kasur dan bantal untuk menyangga tulang-tulang kami yang menempel khas di atas lapangan.

Dalam benak saya, "Kapan lagi bisa tidur-tiduran di atas lapangan apel?"

Setelah semua berkumpul, kita pun mencoba menggosipkan hantu-hantu yang sering berkeliaran di dalam sekolah. Dari ruang perpustakaan hingga toilet guru. Dan nyatanya, teman satu penginapan inilah yang menjadi saksi nyata bahwa makhluk halus di sekolah benar-benar ada.

Sangking menariknya cerita yang jarang saya dengar ini, tidak terasa jam digital sekolah yang didapat dari donasi alumnus sudah berada di angka 0:00. Wah, ini keren.


Setelah acara itu, beberapa saat kemudian setelah pulang dari Candil, saya menginjakkan kaki di sekolah pada 0:02. Ini benar-benar keren. 

Kapan lagi saya bisa menikmati jam digital indah yang menampakkan angka 0:00 dan 0:02